Selasa, 14 Juli 2026
--°C --
-- · --
News

Masa Darurat Berakhir, Pemkab Tangerang Tetap Siaga Mitigasi Kebakaran TPA Jatiwaringin

RF
Tim Redaksi
14/07/2026, 19:07 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi tangerangraya.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
Masa Darurat Berakhir, Pemkab Tangerang Tetap Siaga Mitigasi Kebakaran TPA Jatiwaringin

Dokumentasi Pemkab Tangerang Saat Meninjau TPA Jatiwaringin. (Arsip FIN)

TANGERANG, FIN.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang terus memperkuat langkah mitigasi pascakebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, guna mengantisipasi munculnya kembali titik api di tengah musim kemarau.

Upaya tersebut dibahas dalam rapat evaluasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Tangerang yang berlangsung di Aula Pendopo Bupati Tangerang, Kota Tangerang, pada Selasa (14/7/2026). Rapat ini menandai hari terakhir masa status kedaruratan sekaligus menjadi momentum penyusunan langkah pada masa transisi.

Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid, menegaskan bahwa penanganan tidak akan berhenti begitu saja meski status kedaruratan telah berakhir. Satgas Penanganan Kebakaran TPA Jatiwaringin dipastikan akan tetap dipertahankan demi menjaga koordinasi yang terintegrasi di lapangan.

"Hari ini kami melakukan evaluasi sekaligus merancang upaya-upaya pada masa transisi pascakebakaran. Walaupun status kedaruratan akan berakhir, mitigasi tetap harus dijalankan oleh seluruh pihak, khususnya BPBD, Dinas Lingkungan Hidup, dan OPD terkait," ujar Maesyal usai memimpin rapat koordinasi.

Menurut Maesyal, personel dari BPBD dan Dinas Lingkungan Hidup akan terus disiagakan untuk melakukan proses pembasahan dan pendinginan (cooling down) secara berkala di seluruh area TPA Jatiwaringin. Hal ini dilakukan guna memastikan tidak ada bara api tersembunyi yang bisa memicu kebakaran susulan.

Sebagai langkah konkret jangka pendek dan panjang, Pemkab Tangerang juga mulai membangun infrastruktur penyediaan air di kawasan TPA. Fasilitas yang disiapkan meliputi dua unit toren air, pemasangan bioblock sebagai cadangan air, serta penyediaan mesin alkon berdaya semprot hingga 100 meter untuk menjangkau titik-titik yang sulit diakses mobil pemadam. Pemkab juga merencanakan pembangunan tandon air berkapasitas besar di lokasi tersebut.

Terkait durasi masa transisi, Maesyal mengaku belum bisa menetapkan batas waktu secara pasti. Pemerintah daerah akan terus melihat perkembangan situasi cuaca dan potensi risiko di lapangan.

"Kami tidak bisa menentukan batas waktunya karena bergantung pada kondisi musim kemarau. Selama masih berpotensi terjadi kebakaran, penyiraman dan pembasahan akan terus dilakukan," tegasnya.

Di sisi lain, Pemkab Tangerang tidak melupakan dampak sosial bagi masyarakat. Lewat Dinas Kesehatan dan Puskesmas setempat, pemantauan kesehatan warga yang tinggal di sekitar TPA Jatiwaringin akan terus berjalan secara intensif untuk mengantisipasi gangguan kesehatan akibat dampak asap kebakaran.

Bagikan Artikel
Rikhi Ferdian
Rikhi Ferdian
Penulis
FIN Biro Tangerang Raya