Pemerintahan . 25/05/2026, 15:56 WIB

Perkuat Perencanaan Daerah, Pemkab Tangerang Gelar TIDS 2026

Penulis : Rikhi Ferdian Herisetiana  |  Editor : Rikhi Ferdian Herisetiana

fin.co.id -  Pemerintah Kabupaten Tangerang menggelar seminar internasional bertajuk Tangerang International Development Seminar (TIDS) 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kecamatan Pagedangan, Senin (25/5/2026). TIDS 2026 digelar sebagai upaya memperkuat kapasitas perencanaan pembangunan daerah di bidang ekonomi, infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan melalui kolaborasi lintas sektor global.

Bupati Tangerang Mochamad Maesyal Rasyid menegaskan, seluruh hasil perumusan dari seminar ini akan dijadikan dokumen rekomendasi kebijakan konkret. Formula tersebut bakal diintegrasikan ke dalam program kerja pemerintah daerah guna menyelesaikan persoalan mendasar di masyarakat.

"Intinya, semua ini bermuara pada kepentingan masyarakat Kabupaten Tangerang, khususnya dalam mengatasi pengangguran dan kemiskinan. Jika konsepnya sesuai dengan karakteristik wilayah, langsung kami jalankan," ujar Maesyal.

Saat ini, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tangerang tercatat mencapai 5,67 persen yang ditopang oleh sektor konstruksi, manufaktur, serta perdagangan dan jasa. Kendati berhasil mencatatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tertinggi ketiga di Indonesia, pertumbuhan ekonomi yang tinggi ini memicu tantangan baru berupa lonjakan gelombang urbanisasi.

Maesyal memaparkan bahwa sekitar 70 persen dari total pertambahan penduduk di Kabupaten Tangerang merupakan warga pendatang yang bermigrasi untuk mencari lapangan pekerjaan. Oleh karena itu, hasil diskusi dalam TIDS 2026 diharapkan dapat menjadi panduan untuk mengubah beban urbanisasi tersebut menjadi motor penggerak pembangunan yang berkelanjutan.

Rektor Universitas Prasetiya Mulya sekaligus mantan Menteri Luar Negeri RI, Hassan Wirajuda, membenarkan bahwa daya tarik ekonomi Kabupaten Tangerang sangat kuat bagi para pencari kerja. Namun, kondisi ini menuntut pemenuhan target pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) poin ke-11, yakni mewujudkan kota dan komunitas yang inklusif.

Menurut Hassan, tingginya jumlah warga baru berdampak langsung pada pembengkakan beban jaminan sosial yang harus ditanggung oleh daerah, seperti program sekolah swasta gratis serta subsidi BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan.

"Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) harus bekerja ekstra keras menopang pembengkakan beban jaminan kesehatan dan pendidikan bagi para warga baru tersebut. Ini adalah realitas urban," kata Hassan. Ia pun menyarankan agar Pemerintah Pusat turut turun tangan memberikan bantuan subsidi demi menjaga ruang fiskal daerah.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang Soma Atmaja menjelaskan bahwa TIDS 2026 dirancang sebagai laboratorium gagasan bertema "Reimagining the Future of Region: Smart, Resilient, and Sustainable Pathways in a Disruptive World".

Acara ini diselenggarakan secara hibrida dan diikuti oleh 600 peserta yang terdiri dari perwakilan instansi pemerintah, akademisi, praktisi, peneliti, serta organisasi internasional. Guna menggodok rekomendasi yang komprehensif, panitia menghadirkan para pakar mancanegara dari India, Australia, Malaysia, hingga Jepang.

Para ahli dan peserta dibagi ke dalam empat kelas paralel. Mereka fokus merumuskan strategi terkait tata kelola cerdas (smart governance), mitigasi wilayah pesisir dan perkotaan yang adaptif, pengelolaan ekonomi hijau, serta transformasi digital berbasis literasi data.

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com