Bupati Tangerang Cek Titik Rawan Banjir di Pasar Kemis
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid saat meninjau sejumlah titik rawan banjir di Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Senin (19/10/2026).
TANGERANG, FIN.CO.ID — Pemerintah Kabupaten Tangerang mulai mengintensifkan langkah mitigasi bencana hidrometeorologi. Menjelang datangnya musim hujan, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid turun langsung meninjau sejumlah titik rawan banjir di Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Senin (19/10/2026). Langkah ini dilakukan untuk memastikan kesiapan infrastruktur dan penanganan banjir di wilayah tersebut berjalan optimal.
Dalam peninjauan tersebut, Bupati didampingi oleh Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Iwan Firmansyah, Kepala Dinas Perumahan, Permukiman dan Pemakaman (DPPP) Bambang Sapto, serta Camat Pasar Kemis. Lokasi pertama yang dikunjungi adalah Perumahan Taman Walet di Kelurahan Sindangsari untuk menyerap aspirasi terkait persoalan saluran air.
"Sudah sekitar 15 tahun warga menyampaikan mengalami banjir dan belum ada penanganan maksimal. Makanya kita cek langsung. Ada yang bisa kita lakukan melalui perubahan anggaran, dan penanganan maksimalnya kita siapkan di anggaran 2027," ujar Bupati Maesyal.
Menurut Maesyal, skema penanganan banjir di Perumahan Taman Walet akan mengadopsi keberhasilan normalisasi yang telah dilakukan di Perumahan Taman Elok. Saluran air di kawasan tersebut akan disterilkan, ditertibkan, dan dikeruk melalui dukungan serta kesepakatan bersama warga sekitar.
Baca Juga
"Di Taman Elok sudah kita bongkar hambatan di salurannya, kita keruk dan normalisasi. Alhamdulillah sekarang sudah tidak banjir lagi. Kita ingin penanganan seperti itu juga dilakukan di sini. Kami minta warga juga komitmen untuk bantu kesepakatannya," tegasnya.
Setelah dari Taman Walet, rombongan melanjutkan peninjauan ke aliran air di Perum Teluk Jakarta dan Perum Kutabumi 2 di Kelurahan Kutabumi. Di lokasi ini, pemerintah berfokus memperbaiki kerusakan saluran dan tanggul yang pada musim hujan sebelumnya sempat jebol hingga merendam permukiman.
"Ini bagian dari antisipasi musim hujan nanti. Salurannya kita normalisasi, kita lebarkan, kemudian dipasang sheet pile dan turap. Mudah-mudahan aliran air semakin lancar dan tidak banjir lagi," ungkapnya.
Di lokasi Teluk Jakarta Kelurahan Kutabumi sendiri, DBMSDA Kabupaten Tangerang telah melebarkan kapasitas saluran air dari semula sekitar 2,5 meter menjadi 10 meter. Selain pelebaran, pembangunan turap dan penyiapan pemasangan dinding penahan tanah (sheet pile) juga terus dilakukan untuk memperkuat saluran.
"Mitigasi banjir tidak hanya dilakukan di Pasar Kemis. Penanganan juga dilakukan di sejumlah titik rawan banjir lainnya di Kabupaten Tangerang, antara lain Binong, Kali Sabi dan Sukadiri dengan mempertimbangkan skala prioritas," imbuh Maesyal.