News . 06/10/2026, 18:07 WIB
Penulis : Rikhi Ferdian | Editor : Rikhi Ferdian
TANGERANG, FIN.CO.ID — Keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tangerang memberikan dampak ganda bagi wilayah tersebut. Hingga saat ini, Kabupaten Tangerang telah memiliki sekitar 316 unit SPPG yang telah tersertifikasi secara resmi. Dengan rata-rata penyerapan sekitar 40 tenaga kerja pada setiap unit, keberadaan seluruh SPPG ini diperkirakan telah membuka lapangan pekerjaan baru bagi sekitar 12.000 tenaga kerja lokal.
Dampak positif penyerapan tenaga kerja tersebut dikonfirmasi langsung oleh Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, saat memantau pelaksanaan program MBG di SPPG Parahu 2, Desa Parahu, Kecamatan Sukamulya, pada Selasa (6/10/2026). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan operasional penyediaan makanan berjalan optimal, higienis, serta mematuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku.
"Dengan hadirnya SPPG ini, masyarakat yang sebelumnya tidak memiliki pekerjaan kini mendapatkan kesempatan bekerja. Ini menjadi roda perekonomian di tingkat desa dan memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah," kata Maesyal Rasyid di sela-sela peninjauannya.
Dalam kunjungan kerja tersebut, Bupati didampingi oleh jajaran Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, pihak Puskesmas, Camat Sukamulya, serta Kepala Desa Parahu. Rombongan meninjau langsung seluruh alur operasional, mulai dari persiapan bahan baku, pengolahan di dapur, pemenuhan standar kebersihan, hingga proses distribusi ke penerima manfaat.
Ia menyatakan apresiasinya terhadap tata kelola SPPG Parahu 2 yang dinilai telah berjalan tertib. "Alur-alurnya sudah dijelaskan dan sesuai dengan SOP. Sertifikat higienis dari Dinas Kesehatan juga sudah keluar," ujar Maesyal Rasyid.
Saat ini, SPPG Parahu 2 melayani sekitar 2.500 penerima manfaat yang mencakup balita, anak-anak sekolah (TK, SD, SMP), hingga ibu hamil. Untuk menjaga kualitas dan kehangatan makanan, pihak pengelola menggunakan armada khusus dengan waktu tempuh maksimal 15 menit ke titik sasaran. Distribusi dilakukan menggunakan wadah ompreng yang nantinya ditarik kembali pada pukul 10.00 WIB untuk dibersihkan dan digunakan ulang.
Secara khusus, SPPG Parahu 2 yang dikelola oleh warga setempat bernama Laras ini telah mempekerjakan sebanyak 43 warga lokal. Salah seorang relawan pekerja, Indah Fitriani, mengaku sangat terbantu secara ekonomi sejak program ini bergulir.
"Penghasilannya cukup lumayan dan sangat membantu untuk menghidupi keluarga. Saya bersyukur karena masyarakat yang sebelumnya tidak bekerja akhirnya bisa mendapatkan pekerjaan dan penghasilan tetap," tutur Indah.
Maesyal Rasyid berharap SPPG Parahu 2 dapat menjadi percontohan bagi ratusan unit SPPG lainnya di wilayah Kabupaten Tangerang. Ke depan, konsistensi dalam menjaga kebersihan, kerapian alur kerja, ketepatan waktu distribusi, serta kolaborasi erat bersama Puskesmas diharapkan terus dipertahankan demi memastikan asupan gizi generasi masa depan terpenuhi secara optimal.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media