Ratusan Pesilat Unjuk Gigi di Nyimas Banten Open Tournament II 2026
Kejuaraan Pencak Silat Nyimas Banten Open Tournament II 2026 - Rikhi Ferdian
TANGERANG, FIN.CO.ID - Sebanyak 705 pesilat dari berbagai wilayah di Provinsi Banten mengikuti Kejuaraan Pencak Silat Nyimas Banten Open Tournament II 2026 di Wisma Kitri Bakti, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang.
Pagelaran pencak silat terbesar di Provinsi Banten ini membawa semangat melestarikan pencak silat sekaligus mengangkat kembali sosok perempuan dalam sejarah Banten.
Ketua Pelaksana Kejuaraan Pencak Silat Nyimas Banten Open Tournament II 2026, Sri Panggung Lestari mengatakan, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang untuk mengenalkan keteladanan tokoh-tokoh Banten kepada generasi muda.
Sri Panggung menuturkan, Pegelaran Nyimas Banten tahun ini mengalami perkembangan signifikan dibandingkan penyelenggaraan perdana yang digelar di Kota Tangerang Selatan.
Baca Juga
“Nyimas Banten yang kedua ini kita mengadopsi kejuaraan pencak silat Banten, sehingga di sini ada perempuan dan laki-laki,” ujar Sri Panggung, Sabtu 15 Agustus 2026.
Ia menyebutkan, sebanyak 705 peserta ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Jumlah itu terdiri atas 352 peserta laki-laki dan 353 peserta perempuan.
Komposisi yang hampir seimbang tersebut, kata dia, menunjukkan tingginya antusiasme generasi muda terhadap pencak silat sekaligus terhadap kegiatan yang membawa semangat Nyimas Banten.
Tahun depan, kata dia, penyelenggara menargetkan pada pelaksanaan berikutnya jumlah peserta dapat mencapai 1.000 orang dan digelar di Stadion Indomilk.
Lebih dari sekadar pertandingan, Sri Panggung menjelaskan bahwa Nyimas Banten terinspirasi dari kisah dua tokoh perempuan Banten, yakni Nyimas Melati dan Nyimas Gamparan. Nyimas Gamparan disebut berasal dari Serang, sementara Nyimas Melati dalam cerita yang berkembang disebut memiliki kaitan dengan Tangerang.
Makam yang diyakini sebagai makam Nyimas Melati berada di Kampung Bunar, Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang. Kisah tentang Nyimas Melati, kata Sri, menyimpan nilai sejarah dan keberanian yang patut dikenalkan kepada generasi saat ini.
Baca Juga
“Banten punya dua tokoh perempuan hebat di masa lalu, namun sampai dengan sekarang belum ada yang mengangkat. Maka Nyimas Banten ini bertujuan bagaimana tokoh perempuan ini menjadi inspirasi bagi semuanya,” tuturnya.
Ketua DPD PAN Kabupaten Tangerang itu berharap, keberadaan Nyimas Banten dapat menjadi gerakan yang berkelanjutan. Setiap penyelenggaraan diharapkan tidak berhenti pada kompetisi pencak silat, tetapi juga semakin memperkuat upaya mengenalkan sejarah, budaya, dan tokoh-tokoh inspiratif Banten.
“Nyimas Banten yang pertama, kedua, ketiga, dan ke depannya harus lebih baik lagi untuk Provinsi Banten,” katanya.