Kebakaran TPA Jatiwaringin, 30 KK Diungsikan Karena Ancaman ISPA
Kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin. (Rikhi Ferdian)
fin.co.id - Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meninjau langsung warga yang terdampak kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Rabu (1/7/2026) dini hari.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang memastikan seluruh kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi dengan baik.
"Ada sekitar 30 kepala keluarga yang terdampak asap akibat kebakaran TPA Jatiwaringin. Karena asap terbawa angin ke wilayah permukiman, warga langsung dievakuasi ke tempat yang lebih aman," ujar Maesyal saat berdialog dengan warga di lokasi pengungsian, Rabu.
Maesyal mengapresiasi kecepatan aparat kecamatan, desa, hingga unsur TNI dan Polri dalam menyelamatkan warga dari paparan asap. Saat ini, warga ditempatkan di lokasi pengungsian sementara yang bebas dari polusi asap hingga situasi di sekitar TPA kembali normal.
Berdasarkan hasil pemantauan langsung, Maesyal memastikan kondisi kesehatan warga dalam keadaan baik. Kebutuhan logistik berupa makanan dan air bersih sudah disalurkan sejak Selasa sore. Selain itu, posko kesehatan juga telah disiagakan di lokasi pengungsian.
Pemkab Tangerang menerjunkan dua dokter beserta perawat yang berjaga hingga pagi hari, lengkap dengan pasokan obat-obatan dan vitamin.
"Air bersih sudah tersedia, alas tidur sudah ada, dan kasur sedang dalam perjalanan dari pemerintah daerah. Kami juga menyiapkan ambulans untuk mengantisipasi jika ada warga yang membutuhkan penanganan kesehatan lebih lanjut," kata Maesyal.
Pemkab Tangerang mengimbau warga terdampak untuk tetap bertahan di posko pengungsian. Warga diminta tidak kembali ke rumah hingga proses pemadaman kebakaran di TPA Jatiwaringin selesai sepenuhnya.
"Saya minta sebelum kondisi TPA benar-benar teratasi dan masih ada asap, warga tetap berada di sini dulu. Makan, minum, vitamin, dan pelayanan kesehatan semuanya kami siapkan," tutur Maesyal.