Senin, 08 Juni 2026
--°C --
-- · --
Ekonomi

Sektor Industri Sumbang 33 Persen PDRB Kabupaten Tangerang

RFH
20/05/2026, 18:00 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi tangerangraya.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
Sektor Industri Sumbang 33 Persen PDRB Kabupaten Tangerang

Pabrik Bus dan Truk Mercedes Benz Baru di Cikarang Jawa Barat (Tuahta Aldo / fin.co.id)

fin.co.id -  Sektor industri masih menjadi tulang punggung perekonomian Kabupaten Tangerang, Banten. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tangerang mencatat, jumlah industri di wilayah tersebut tumbuh menjadi 3.293 unit hingga akhir 2025, naik dari tahun sebelumnya yang sebanyak 3.252 unit.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Disperindag Kabupaten Tangerang, Samsul Romli menyatakan bahwa pertumbuhan ini berdampak signifikan terhadap perekonomian daerah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor industri menyumbang sekitar 33 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Tangerang.

"Posisi Kabupaten Tangerang sebagai kawasan penyangga Jakarta menjadi faktor utama yang menarik minat investor. Akses strategis dan keberadaan kawasan industri terus memicu pertumbuhan aktivitas ekonomi baru," ujar Romli, Rabu (20/5/2026).

Berdasarkan data Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas), dari total 3.293 industri yang beroperasi, sebanyak 1.371 unit merupakan industri kecil, 359 unit industri menengah, dan 1.003 unit industri besar. Sementara itu, sisanya masih dalam proses klasifikasi data nasional.

Advertisement

Romli menambahkan, kemudahan sistem perizinan digital melalui SIINas menjadi faktor pendorong pertumbuhan sektor ini. Sistem terintegrasi tersebut mempermudah pelaku usaha sekaligus memperkuat akurasi pendataan industri nasional.

Saat ini, Kabupaten Tangerang memiliki sedikitnya 10 kawasan industri legal yang terdaftar di SIINas. Kawasan tersebut tersebar di beberapa kecamatan, meliputi Cikupa, Pasar Kemis, Jambe, Kosambi, hingga Legok.

Selain menyumbang pendapatan daerah, aktivitas di kawasan industri ini turut menggerakkan ekonomi warga setempat. Kehadiran para pekerja membuka peluang usaha turunan, seperti sektor kuliner, hunian sewa, transportasi, hingga perdagangan mikro.

"Dampaknya tidak hanya pada korporasi, tetapi juga menciptakan multiplier effect bagi ekonomi masyarakat di sekitar kawasan," kata Romli.

Meski kondisi ekonomi global saat ini masih dibayangi oleh pelemahan nilai tukar rupiah, Pemerintah Kabupaten Tangerang tetap optimistis iklim investasi industri di wilayahnya akan terus tumbuh positif sepanjang tahun 2026.

Bagikan Artikel
Rikhi Ferdian Herisetiana
Rikhi Ferdian Herisetiana
Penulis
FIN.CO.ID untuk daerah Tangerang Raya