Sabtu, 10 Oktober 2026
--°C --
-- · --
Hukrim

Tiga Hari Absen Kerja, Saat Pintu Kontrakan Didobrak Wanita di Tangerang Ditemukan Tak Bernyawa

RF
Tim Redaksi
09/10/2026, 14:57 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi tangerangraya.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
Tiga Hari Absen Kerja, Saat Pintu Kontrakan Didobrak Wanita di Tangerang Ditemukan Tak Bernyawa

Ilustrasi - Mayat

TANGERANG, FIN.CO.ID - Seorang perempuan berinisial N (38), karyawan pabrik asal Kabupaten Tanggamus, Lampung, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi membusuk di rumah kontrakannya di Kampung Tanjung, Desa Suka Asih, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang. Korban pertama kali ditemukan pada Kamis (8/10/2026) sekitar pukul 17.00 WIB, setelah pihak perusahaan curiga karena korban tidak masuk kerja selama tiga hari berturut-turut.

Kapolsek Pasar Kemis AKP Humaedi menjelaskan, penemuan jenazah ini bermula dari inisiatif pihak perusahaan yang mendatangi rumah kontrakan korban untuk memastikan kondisinya.

"Awalnya, korban diketahui sudah tiga hari tidak masuk kerja. Pihak perusahaan kemudian mengecek ke kontrakannya," ujar Humaedi di ruang kerjanya, Jumat (9/10/2026).

Saat tiba di lokasi, saksi dari pihak perusahaan mendapati pintu kontrakan dalam keadaan terkunci dan tidak mendapat jawaban setelah mengetuk pintu beberapa kali. Kecurigaan saksi semakin kuat setelah mencium aroma tidak sedap dan melihat banyak lalat di sekitar rumah. Setelah bertanya kepada tetangga sekitar, saksi mencoba melihat ke dalam rumah melalui lubang ventilasi.

"Begitu ditengok, tercium bau busuk dari dalam. Setelah diintip lebih jelas melalui ventilasi rumah, terlihat korban atau jenazah dalam posisi telungkup dan sudah membusuk," jelas Humaedi.

Pihak perusahaan langsung menghubungi Polsek Pasar Kemis untuk melaporkan penemuan tersebut. Petugas yang tiba di lokasi segera melakukan pemeriksaan awal dan berkoordinasi dengan Unit Identifikasi Polresta Tangerang serta RSUD Balaraja.

Berdasarkan pemeriksaan awal di tempat kejadian perkara (TKP), korban ditemukan dalam posisi telungkup di samping tempat tidur. Polisi menyatakan bahwa sejumlah barang berharga milik korban, seperti sepeda motor dan telepon genggam, masih berada di dalam rumah dalam kondisi utuh.

"Dari pemeriksaan awal di tempat kejadian perkara, belum ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban," kata Humaedi.

Kendati demikian, pihak kepolisian belum dapat memastikan penyebab pasti kematian korban. Proses autopsi tidak dilakukan atas permintaan resmi dari pihak keluarga yang hanya menghendaki pemeriksaan luar (visum luar).

"Semalam itu, dari keluarganya sudah datang dan membuat permohonan untuk tidak dilakukan autopsi. Jadi, hanya visum luar saja. Informasinya korban sudah dibawa pulang (ke Lampung) untuk dimakamkan," ungkapnya.

Menyikapi peristiwa ini, kepolisian mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, terutama jika ada tetangga atau penghuni kontrakan yang tidak terlihat beraktivitas selama beberapa hari. Warga diminta segera melapor kepada pengurus lingkungan atau kepolisian jika menemukan hal yang mencurigakan.

Humaedi mengingatkan bahwa masyarakat dapat memanfaatkan layanan darurat gratis melalui panggilan telepon 110. Layanan tersebut aktif selama 24 jam sehingga warga tidak perlu datang langsung ke kantor polisi untuk melaporkan kejadian darurat.

Bagikan Artikel
Rikhi Ferdian
Rikhi Ferdian
Penulis
FIN Biro Tangerang Raya