Misteri Penemuan Dua Kerangka Manusia di Pasar Kemis Tangerang, Polisi Beberkan Hasil Forensik
Dokumentasi kepolisian penemuan kerangka manusia di sebuah lahan kosong kawasan Perumahan Puri Jaya, Desa Sukamantri, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang. Foto: Humas Polresta Tangerang untuk FIN
TANGERANG, FIN.CO.ID - Misteri di balik penemuan dua kerangka manusia yang sempat menggegerkan warga Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, dalam dua pekan terakhir mulai terkuak. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, kedua kerangka tersebut dipastikan berjenis kelamin laki-laki.
Kanitreskrim Polsek Pasar Kemis, Ipda Ahmad Dasuki, menjelaskan bahwa serangkaian penyelidikan dan uji forensik langsung dilakukan sejak laporan pertama diterima pihak kepolisian.
Kerangka pertama ditemukan di sebuah lahan kosong dekat kawasan Perumahan Puri Jaya, Desa Sukamantri, pada Kamis (17/9/2026) sekitar pukul 15.30 WIB, saat seorang saksi bersama pihak perumahan tengah melakukan pengukuran ulang lahan
Dari hasil pemeriksaan forensik, korban teridentifikasi sebagai laki-laki berusia antara 30 hingga 50 tahun dengan perkiraan tinggi badan sekitar 158 hingga 160 sentimeter.
Baca Juga
"Dari struktur tulangnya, tim forensik tidak menemukan adanya tanda-tanda patah tulang atau bekas kekerasan. Korban diperkirakan sudah meninggal dunia antara satu hingga tiga bulan sebelum ditemukan," ujar Ipda Dasuki, saat dikonfirmasi, Sabtu 26 September 2026 petang.
Selang seminggu kemudian, tepatnya pada Kamis (24/9/2026) sore, warga Kampung Sondol, Kelurahan Kuta Bumi, juga dihebohkan oleh penemuan kerangka manusia. Kerangka ini pertama kali ditemukan secara tidak sengaja oleh seorang warga yang sedang mencari rumput di sebuah lahan kosong.
Terkait temuan di Kuta Bumi ini, Ipda Dasuki menyampaikan bahwa pemeriksaan awal menunjukkan jasad tersebut berjenis kelamin laki-laki dengan usia perkiraan sekitar 50 tahun.
Meski begitu, pihak kepolisian masih belum bisa merinci lebih jauh mengenai penyebab maupun estimasi waktu kematian korban kedua.
"Untuk hasil pemeriksaan yang lebih lengkap dan detail mengenai temuan di Kuta Bumi, saat ini kami masih menunggu hasil resmi dari tim forensik," pungkas Dasuki.