News . 25/09/2026, 10:36 WIB
Penulis : Rikhi Ferdian | Editor : Rikhi Ferdian
TANGERANG, FIN.CO.ID - Ratusan warga Kampung Sodong, Desa Sodong, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, akhirnya mendapatkan bantuan pasokan air bersih setelah mengalami krisis air selama hampir empat bulan akibat kemarau panjang.
Bantuan air bersih tersebut disalurkan langsung oleh Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Saleh Basarah Komando Daerah Angkatan Udara (Kodau) I. Dalam aksi sosial yang dikemas melalui program "Jumat Berkah" ini, TNI AU mengerahkan dua unit truk tangki untuk mendistribusikan sedikitnya 10.000 liter air bersih kepada warga setempat.
"Distribusi air bersih ini merupakan wujud kepedulian TNI AU, khususnya Lanud Saleh Basarah, untuk membantu kesulitan masyarakat di wilayah tugas kami yang meliputi Kabupaten Tangerang, Kabupaten Bogor, dan Kota Tangerang Selatan," ujar Komandan Lanud Rumpin, Letkol Pas Efendi Hermawan, Jumat 25 September 2026.
Efendi menambahkan, kegiatan ini menjadi agenda rutin yang dilaksanakan satu kali dalam sepekan guna meringankan beban warga terdampak kekeringan. Selain memasok air bersih, jajaran Lanud Saleh Basarah juga membagikan paket sembako untuk para warga, termasuk petugas kebersihan di lingkup Pemkab Tangerang, driver ojol, dan pedagang.
"Tadi kita juga ada bagi-bagi paket sembako ke warga, sekalian kegiatan Jumat Berkah," tukasnya.
Dampak kekeringan di Desa Sodong dirasakan sangat berat oleh warga. Mengeringnya sumur-sumur timba dan bor memaksa warga mengeluarkan biaya ekstra yang cukup besar hanya untuk memenuhi kebutuhan MCK (mandi, cuci, kakus) dan konsumsi sehari-hari.
Erna (36), salah seorang warga Kampung Sodong, menuturkan bahwa seluruh sumur di permukimannya sudah tidak lagi mengeluarkan air. Kondisi ini membuat warga harus membeli air isi ulang (galon) dari depot terdekat.
"Sudah empat sampai lima bulan tidak ada air, semuanya kekeringan. Untuk makan, minum, sampai mandi terpaksa beli air galon. Sehari saya harus mengeluarkan uang Rp 20.000 sampai Rp 25.000 untuk membeli 4 hingga 5 galon air," ungkap Erna.
Bagi keluarga dengan jumlah anggota yang banyak, pengeluaran tersebut menjadi beban ekonomi baru yang cukup berat di tengah musim kemarau. Oleh karena itu, Erna mengaku sangat terbantu dengan adanya pasokan air gratis dari TNI AU ini.
"Alhamdulillah sekali ada bantuan air ini, sangat kepakai buat mandi dan mencuci piring. Kami sangat berterima kasih," ucapnya.
Berdasarkan pengamatan di lokasi, proses pembagian air berjalan dengan tertib dibantu oleh sekretaris desa (sekdes) Sodong. Warga mengantre secara teratur membawa berbagai wadah mulai dari ember, jeriken, hingga drum penampungan untuk menampung kucuran air dari truk tangki TNI AU.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media