Jumat, 25 September 2026
--°C --
-- · --
News

Tangsel Targetkan 108 Pos Gizi pada 2029, 61 Titik Kini Telah Tersebar

RF
Tim Redaksi
24/09/2026, 15:12 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi tangerangraya.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
Tangsel Targetkan 108 Pos Gizi pada 2029, 61 Titik Kini Telah Tersebar

Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan saat mengikuti Monev keterbukaan informasi publik dengan Komisi Informasi (KI) Banten. (Dok)

TANGERANG, FIN.CO.ID — Pemerintah Kota Tangerang Selatan kini telah mengoperasikan 61 Pos Gizi yang tersebar di sejumlah wilayah untuk mempercepat penanganan masalah gizi dan pencegahan stunting sejak dini. Jumlah fasilitas intervensi gizi tersebut ditargetkan terus bertambah hingga mencapai 108 Pos Gizi pada tahun 2029 mendatang.

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan menjelaskan bahwa sebaran fasilitas ini akan terus diperluas untuk mencakup seluruh kecamatan dan kelurahan di wilayahnya.

"Target kami di tahun 2029 mencapai 108 unit. Untuk tahun 2026 ini target 61 unit sudah terealisasi. Pos Gizi ini tersebar di seluruh kecamatan dan kelurahan se-Kota Tangerang Selatan," ujar Pilar saat memberikan keterangan pada Kamis (24/9/2026).

Pilar memaparkan, sasaran utama dari program Pos Gizi ini adalah anak-anak yang mengalami kondisi gizi kurang, anak dengan berat badan yang tidak sesuai usia, serta ibu hamil dari keluarga prasejahtera. Proses penentuan penerima manfaat dilakukan secara ketat melalui penilaian berkala oleh kader kesehatan yang didampingi tenaga nutrisionis.

Langkah intervensi ini dinilai krusial mengingat masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun merupakan periode emas sekaligus fase paling kritis dalam pencegahan stunting.

"Kasus stunting itu bermula sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun setelah lahir. Itu adalah masa-masa kritis stunting atau 1.000 hari pertama kehidupan," kata Pilar.

Berbeda dengan pola pembagian bantuan pangan konvensional, Pos Gizi mengedepankan konsep intervensi terpadu. Fasilitas ini tidak sekadar menjadi tempat pendistribusian makanan, tetapi juga berfungsi sebagai ruang edukasi, pemantauan asupan, dan ruang dialog.

Di pos-pos ini, anak-anak akan makan bersama dengan pendampingan langsung dari kader Posyandu. Pada saat yang sama, orang tua dapat berkonsultasi mengenai perkembangan dan kebutuhan nutrisi anak mereka.

"Melalui Pos Gizi, konsumsi makanan anak bisa langsung terawasi, apakah dihabiskan atau tidak. Petugas juga bisa berdialog langsung dengan orang tua untuk mendengar kendala mereka. Hal ini tidak bisa dilakukan jika makanan hanya diantarkan ke rumah-rumah," tutur Pilar.

Program Pos Gizi di Kota Tangerang Selatan sendiri telah berjalan sejak tahun 2023. Ke depan, Pemkot Tangsel berencana memperkuat program ini melalui kolaborasi strategis dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Sinergi tersebut diarahkan untuk memperluas cakupan dan volume dukungan makanan bergizi tambahan, khususnya bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di Tangerang Selatan.

Bagikan Artikel
Rikhi Ferdian
Rikhi Ferdian
Penulis
FIN Biro Tangerang Raya