Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni Bantu Keluarga Ojol Korban Pembunuhan di Tangerang
Tim Ahmad Sahroni Center (ASC) saat memberikan bantuan kepada keluarga almarhum Agus Tedjo, seorang pengemudi ojek online yang menjadi korban pembunuhan di kawasan Kosambi - Dadap, Kabupaten Tangerang. (Rikhi Ferdian)
TANGERANG, FIN.CO.ID - Suasana duka masih terasa di sebuah rumah kontrakan sederhana di Perumahan Kemuning Permai, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. Di depan teras terlihat, Popi Aprianti, duduk dengan tatapan kosong. Sudah 23 hari berlalu sejak sang suami, Agus Tedjo, pergi untuk selamanya.
Agus, seorang pengemudi ojek online (ojol) yang dikenal baik, menjadi korban pembunuhan keji di kawasan Kosambi. Motornya dirampas, dan nyawanya dihabisi saat sedang beristirahat di tengah perjuangan mencari nafkah.
Kepergian Agus Tedjo meruntuhkan tiang penopang keluarga. Selama ini, almarhum rela pulang tiga hari sekali atau bahkan seminggu sekali demi membawa rupiah untuk menghidupi istri dan anak-anaknya berusia 8 dan 6 tahun.
Kini, Popi harus berjuang sendirian. Untuk menyambung hidup dan membiayai sekolah dua buah hatinya, ia hanya bisa mengandalkan uluran tangan lewat donasi dari rekan-rekan sejawat almarhum sesama pengemudi ojol.
Baca Juga
Namun, secercah harapan hadir pada Rabu, 4 Agustus 2026, saat tim Ahmad Sahroni Center (ASC), yang diutus langsung oleh Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni, mendatangi kediaman Popi di Desa Jeungjing, Kecamatan Cisoka. Kedatangan mereka bukan sekadar bertamu, melainkan membawa bantuan kebutuhan pokok sebagai bentuk kepedulian bagi keluarga almarhum yang kini masih dirundung kesedihan.
"Saya bersyukur banget, Alhamdulillah sudah membantu keluarga saya. Insya Allah dengan bantuan ini saya bisa memulai setidaknya usaha kecil-kecilan di rumah untuk masa depan anak-anak," ujar Popi dengan mata berkaca-kaca kepada wartawan.
Adapun bantuan yang disalurkan berupa beras 50 kilogram, 30 dus mi instan, 200 liter minyak goreng, 25 kilogram telur, gula, deterjen, aneka bumbu dapur, perlengkapan mandi, minuman sachet, snack, serta berbagai kebutuhan pokok lainnya dengan total mencapai ratusan paket.
Bagi Popi, bantuan ini menjadi jalan agar ia bisa mengais rezeki dari rumah tanpa harus menelantarkan anak-anaknya yang masih membutuhkan kasih sayang seorang ibu. Melalui tim yang datang, Popi menitipkan doa dan rasa terima kasih yang mendalam untuk Ahmad Sahroni agar selalu diberikan kesehatan dan umur yang panjang.
Kendati di balik rasa syukur atas bantuan tersebut, luka di hatinya masih menganga. Ia mengungkapkan, proses hukum terhadap pelaku pembunuhan suaminya kini masih berjalan di kepolisian, menunggu berkas perkara masuk ke persidangan.
"Kami berharap hukuman yang setimpal. Almarhum itu tulang punggung keluarga, anaknya masih kecil, dia juga orang baik," pungkasnya.
Baca Juga
Ahmad Sahroni: Keluarga Almarhum Pastikan Tidak Berjuang Sendirian
Sementara itu, dalam keterangannya Ahmad Sahroni menyampaikan rasa empati kepada keluarga Almarhum Agus Tedjo. Ia berharap, bantuan yang diberikan bisa sedikit meringankan beban keluarga.
"Saya turut berduka atas musibah yang dialami keluarga almarhum Agus. Saya berharap bantuan ini bisa sedikit meringankan beban keluarga, memenuhi kebutuhan sehari-hari, sekaligus menjadi modal awal bagi keluarga korban untuk membuka usaha agar roda perekonomian keluarga tetap berjalan. Kedua anak almarhum juga harus tetap bisa tumbuh dan melanjutkan pendidikan dengan baik," tuturnya.
Selain memberikan bantuan, Sahroni juga berharap proses hukum terhadap pelaku berjalan maksimal sehingga keluarga korban memperoleh keadilan.
“Kita tentu tidak bisa mengembalikan almarhum, tetapi kita bisa memastikan keluarganya tidak dibiarkan berjuang sendiri. Saya juga berharap pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku agar ada rasa keadilan bagi keluarga korban. Bahkan tuntutan hukuman mati dari keluarga korban itu perlu dijalankan. Pokoknya hukum maksimal!,” tutup Sahroni.