Dampak El Nino Aktif, Cuaca Panas dan Kemarau di Tangerang Bakal Menyengat Sampai Oktober 2026
Ilustrasi kekeringan dampak dari fenomena El Nino 2026 - foto: ig @brin_indonesia
FIN.CO.ID, TANGERANG – Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II memprediksi puncak musim kemarau di wilayah Tangerang Raya akan terjadi pada Agustus 2026 mendatang. Sementara itu, periode musim kemarau tahun ini diperkirakan masih akan terus berlangsung dan membentang hingga Oktober 2026.
Kepala BBMKG Wilayah II, Hartanto, mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil pemantauan terkini, kondisi cuaca panas tahun ini turut dipengaruhi oleh fenomena El Nino yang sedang aktif. Keberadaan fenomena global tersebut dinilai berpotensi kuat memicu peningkatan intensitas kekeringan di wilayah hilir.
"Iya, prediksi musim kemarau untuk wilayah Tangerang Raya berlangsung hingga Oktober 2026 dengan puncaknya diperkirakan pada Agustus," ujar Hartanto, Rabu (29/3/2026).
Hartanto menambahkan bahwa masuknya musim kemarau pada periode Juli hingga Oktober sebenarnya merupakan siklus kondisi cuaca yang normal terjadi setiap tahunnya. Kendati demikian, dampak kekeringan pada tahun 2026 ini diproyeksikan bakal terasa jauh lebih kuat dan menyengat akibat adanya pengaruh dari El Nino tersebut.
Guna mengantisipasi dampak buruk dari potensi kekeringan ekstrem, pihak BBMKG mengeluarkan sejumlah imbauan penting kepada masyarakat Tangerang Raya. Warga diminta untuk mulai menggunakan pasokan air secara lebih bijak, hemat, serta segera menyiapkan cadangan air bersih di lingkungan masing-masing.
"Masyarakat juga diminta tidak melakukan pembakaran lahan untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla)," tegas Hartanto mengingatkan bahaya fatal di musim panas.
Selain bagi masyarakat umum, imbauan khusus juga ditujukan kepada sektor pertanian. Para petani di wilayah Tangerang disarankan untuk segera menyesuaikan waktu serta pola tanam mereka dengan ketersediaan air yang ada demi mencegah gagal panen. Masyarakat luas juga diingatkan untuk menjaga kesehatan fisik dengan memenuhi kebutuhan cairan tubuh secara rutin agar terhindar dari dehidrasi di tengah cuaca terik.
Untuk mengantisipasi perubahan iklim yang dinamis, Hartanto berpesan agar warga selalu memantau perkembangan informasi cuaca dan iklim terkini secara berkala. Seluruh informasi valid dan pembaruan data dapat diakses langsung oleh masyarakat melalui kanal dan aplikasi resmi milik BMKG.